Baramulti (BSSR) Genjot Produksi dengan Belanja Modal Rp 400 M

Baramulti (BSSR) Genjot Produksi dengan Belanja Modal Rp 400 M

Senin, 10 Mei 2021
Sepanjang tahun 2021 ini PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai US$28 juta atau setara Rp 400 M. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung sejumlah rencana bisnis.

Direktur Utama BSSR, Widada, mengatakan bahwa sebesar 40% belanja modal akan digunakan untuk membiayai peningkatan produksi perseroan. Adapun sumber dana belanja modal berhasil dikumpulkan dari kas internal dan sisanya dari pinjaman bank.

Widada juga memaparkan bahwa anggaran belanja modal tahun ini tergolong besar karena BSSR memang berencana menaikkan produksi.

Sehubungan dengan rencana peningkatan produksi tersebut, perseroan menargetkan produksi batu bara mencapai 14-15 juta ton pada 2021 ini. Hingga kuartal pertama 2021, realisasi produksi batu bara mencapai 2.8 juta ton, naik 5 persen dari 2.6 juta ton tahun 2020 silam.

Berdasarkan data perusahaan, produksi batu bara perseroan mengalami peningkatan dari 2015 sekitar 7 juta ton menjadi 11.8 juta ton pada 2019. Pada 2020, produksi batu bara BSSR sempat turun menjadi 10.58 juta ton. Perolehan tersebut merupakan kontribusi produksi batu bara perseroan yang tercatat 1.96 ton dan anak usaha perseroan, yakni PT Antang Gunung Meratus (AGM), sebanyak 8.61 juta ton.

Hingga kuartal pertama 2021, average selling price (ASP) batu bara perseroan mencapai US$ 30.71 per ton. Hal tersebut dikarenakan harga batu bara mengalami pertumbuhan cepat di awal 2021.

Pada 2021, realisasi domestic market obligation (DMO) perseroan mencapai 36.71 persen dengan konsistensi realisasi DMO pada kisaran 35-36 persen.

Baramulti Suksessarana juga akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2020 sebesar US$40 juta atau setara Rp567.1 M, yang dibagikan kepada pemegang 2.61 M saham perseroan.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari Jumat (07/05). Dividen tersebut akan dibagikan dalam mata uang USD atau IDR berdasarkan kurs yang ditetapkan Bank Indonesia per 31 Maret 2021, yaitu Rp14572 per USD atau dividen per saham sebesar US$0.0152875979 setara Rp222,77 per saham.

Dividen dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham perseroan pada 24 Mei 2021 dan dibayarkan selambatnya 30 hari kalender setelah diumumkan ringkasan risalah rapat.



Sumber: investor.id

PT Smartfren Telecom Tbk akan menambah modal dengan right is...

Dalam beberapa pekan terakhir, seorang investor individu ata...

Dua emiten rokok raksasa, PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) dan ...

Rumor masuknya grup Salim ke salah satu perusahaan grup Bakr...

Pria yang dikenal sebagai Warren Buffett Indonesia atau Lo K...

Send Message