PT Wijaya Karya Siapkan Roadmap Hingga 5 Tahun

PT Wijaya Karya Siapkan Roadmap Hingga 5 Tahun

Selasa, 11 Mei 2021
Mulai 2021, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan kontrak baru tumbuh 20% setiap tahunnya. Pertumbuhan kontrak baru ini diharapakan mendukung peningkatan laba bersih dan pendapatan sebesar 20%. Manajemen emiten optimis bahwa perekonomian domestik maupun global dapat membaik di tahun ini. Hal ini karena langkah-langkah pengendalian pandemi serta distribusi vaksin yang telah dilakukan oleh pemerintah dan di negara-negara dunia.

Seiring dengan pemulihan ekonomi global, perekonomian Indonesia diperkirakan meningkat 4,4% tahun 2021. Salah satu sektor yang diprediksi mengalami pemulihan adalah sektor konstruksi. Namun, masih ada risiko dan tantangan yang perlu diwaspadai terutama kasus covid-19.

Perusahaan menilai tahun 2020 merupakan fase terendah dalam perjalanan bisnisnya dan 2021 akan bangkit kembali dan tumbuh lebih baik lagi. Menyikapi hal tersebut, emiten sudah menyiapkan roadmap pertumbuhan dalam 5 tahun mendatang. Pada 20214, perusahaan menargetkan dapat kembali normal seperti pertumbuhan pada tahun 2019.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah pertumbuhan kontrak baru minimal 20% setiap tahun. Lalu, penjualan juga dipatok dapat tumbuh di atas 20%, sehingga secara otomatis laba bersih akan tumbuh lebih dari 20% dan akan kembali normal pada 2024.

Tidak hanya itu, Wika akan mendorong beberapa anak usaha untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham pada 2021-2025. Anak perusahaan tersebut diantaranya adalah PT Wika Industri & Konstruksi atau Wika Ikon dan PT Wijaya Karya Realty atau Wika Realty pada 2023.

Diversifikasi Bisnis

Di tahun 2021 ini, Wika juga memiliki beberapa portofolio bisnis baru dalam bidang industri. Emiten berencana membangun pabrik aspal yang cukup besar di Buton dengan kapasitas 2x100 ton di tahun 2021. Pembangunan pabrik baru ini untuk mengurangi impor aspal yang mencapai 1 juta ton per tahun.

Selanjutnya, emiten juga ingin menguasai bidang industri sejalan dengan akan dilakukannya pengklasteran bidang industri terhadap BUMN Karya. Selain itu, perusahaan akan memperkuat portofolio bisnis di bidang mineral, gas bumi, dan minyak. Hal ini dilakukan dengan cara mendukung bahan baku pembuatan baterai.

Perusahaan akan fokus untuk mendukung material dan rencana berinvestasi di bidang nikel. Ke depannya, kebutuhan nikel diperkirakan akan sangat tinggi. Peluang ini yang akan dimanfaatkan Wika guna menghasilkan pendapatan yang cepat.

Selain itu, emiten akan mengurangi investasi di bidang yang sudah banyak dilakukan perusahaan lain. Sebagai gantinya, Wika akan berinvestasi pada bidang yang jarang digarap seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Emiten bekerja sama dengan Jakpro dan telah memenangkan proyek renewable energy di Jakarta Timur. Wika juga akan masuk pada pengelolaan air melalui investasi di SPAM Jatiluhur.

Sebelumnnya, pada tahun 2020 Wika mencatat penurunan kinerja baik dari sisi laba bersih maupun pendapatan. Pada tahun lalu, pendapatan mencapai Rp 16, 54 T atau turun 39,23% dibandingkan 2019 yang mencapai Rp 27,21 T.

Akibat pandemi Covid-19 ini menyebabkan turunnya Perolehan laba bersih Wika yang tercatat turun 87,7% pada 2020 menjadi Rp 322,34 M. Padahal di tahun 2019, Wika mencatat laba bersih sebesar Rp 2,62 T. Pandemi tahun 2020 memaksa emiten melakukan penghematan biaya. Sehingga Wika harus memangkas belanja modal dan anggaran awal Rp 11,51 T menjadi Rp 2,39 T. Emiten juga harus melunasi sebagian pokok Global IDR Bond (Komodo Bond) yang jatuh tempo pada Januari 2021. Wika memperoleh kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali dengan penerbitan obligasi dan sukuk sebesar Rp 2 T guna refinancing surat utang tersebut.


Sumber: investor.id 

Pada kuartal pertama 2021, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)...

Perusahaan plat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sedang me...

Dividen sebesar Rp 30.726 M akan dibagikan oleh PT Wijaya Ka...

PT Astra Agro Lestari Tbk., Perusahaan perkebunan grup Astra...

Akhir-akhir ini dunia Cryptocurrency sedang banyak diminati ...

Send Message