INA Kerja Sama Infrastruktur dengan BP Jamsostek

INA Kerja Sama Infrastruktur dengan BP Jamsostek

Selasa, 25 Mei 2021

Senin (24/5/2021), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Indonesia Investment Authority menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding untuk kerja sama kegiatan investasi, khususnya investasi langsung hari ini.

Melalui kerja sama tersebut, BP Jamsostek dan INA menggiatkan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerja sama investasi, khususnya melalui instrumen investasi langsung dalam beberapa sektor, seperti infrastruktur yang meliputi jalan tol, pelabuhan, dan juga bandara. Selain itu, infrastruktur digital, serta jasa dan pendukung kesehatan.

Senin (24/5/2021), Anggoro Eko Cahyo selaku Direktur Utama BP Jamsostek mengatakan dalam siaran pers bahwa implementasi dari misi luhur ini antara lain adalah melalui penempatan dana investasi yang saat ini per 30 April 2021 lalu memiliki total dana kelolaan mencapai sebesar Rp 490,1 triliun ke dalam berbagai instrumen, salah satunya adalah instrumen penyertaan langsung yang saat ini porsinya masih relatif kecil.

Anggoro juga menjelaskan bahwa kolaborasi dengan INA dalam berbagai proyek investasi langsung secara bersama-sama atau sebagai co-investor.

Dengan kemampuan dana kelolaan yang cukup besar, kedua pihak berharap bisa berperan pada proyek-proyek potensial, termasuk kemitraan dengan Kementerian BUMN terkait proyek-proyek strategis.

Sejalan dengan hal itu, sebagai lembaga yang bekerja pada bidang investasi, INA mengarahkan investasi yang diharapkan memberi imbal balik serta memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian. Salah satunya dengan ikut membantu menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia.

DR. Ridha D.M. Wirakusumah selaku Ketua Dewan Direktur INA menyebut bahwa INA senantiasa berusaha untuk membangun organisasi handal, efisien, dan bisa berinvestasi secara optimal dengan governance yang tinggi dan tata kerja yang tertib dan teratur.

Ridha mengatakan bahwa ia percaya kerja sama yang dijalin dengan BP Jamsostek ini menjadi langkah awal positif untuk kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai investor, terutama domestik, dalam berinvestasi di berbagai sektor di Indonesia.

Kerja sama antara dua lembaga ini diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendiversifikasi risiko serta mendistribusikan dana investasi sebagai dana amanah ke dalam berbagai instrumen investasi alternatif dengan yield yang optimal, governance dan manajemen risiko yang memadai, serta durasi yang lebih panjang.


Sumber: market.bisnis.com

Creative Trader membahas krisis yang dialami BPJS Ketenagake...

Indonesia Investment Authority (INA) membuat konsorsium bers...

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melalui anak perusahaannya PT A...

Pada hari ini tepatnya tanggal 28/5/2021, Theta Network mela...

Permasalahan unrealized loss membuat BPJS Ketenagakerjaan me...

Send Message