Medco Milik Arifin Panigoro Raih Pendapatan US$ 1,09 miliar

Medco Milik Arifin Panigoro Raih Pendapatan US$ 1,09 miliar

Rabu, 02 Jun 2021

PT Medco Energi Internasional Tbk. mencatat penurunan pendapatan pada tahun 2020. Rugi bersih perusahaan milik Arifin Panigoro ini turut membengkak.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020 lalu yang sudah diaudit, Selasa (1/6/2021), perusahaan minyak dan gas ini mencatat pendapatan sebesar US$ 1,09 miliar yang mengalami penurunan sebanyak 20,5% dari posisi 2019 yang sebesar US$ 1,37 miliar.

Pendapatan terutama datang dari pendapatan kontrak pelanggan sebesar US$ 1,06 miliar dan pendapatan keuangan US$ 32,06 juta. Komposisi pendapatan ini berbeda dengan komposisi pada 2019 lalu yang berasal dari penjualan minyak dan gas bumi neto sebesar US$ 1,16 miliar, penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya sebesar US$ 212,22 juta.

Di sisi lain, perseroan juga mencatat jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya yang menurun menjadi sebesar US$ 771,56 juta dari posisi 2019 lalu yang sebesar US$ 828,94 juta.

Beban pokok yang tidak turun secara signifikan jika dibandingkan dengan pendapatan, membuat laba kotor perseroan juga tergerus menjadi sebesar US$ 321,71 juta pada 2020 lalu, sementara pada 2019 lalu bisa dicatatkan sebesar US$ 546,77 juta.

Dengan beragam beban lainnya, akhirnya perusahaan berkode MEDC ini kembali mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi sebesar US$ 188,97 juta. Rugi bersih tersebut mengalami kenaikan sebanyak 394,73% dibandingkan dengan rugi 2019 lalu yang sebesar US$ 38,76 juta.

Ada juga, total aset perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar US$ 5,90 miliar, padahal pada 2019 lalu total aset mencapai sebesar US$ 5,99 miliar.

Dengan rincian jumlah aset tidak turun lancar menjadi sebesar US$ 3,87 miliar dari posisi US$ 4,3 miliar dan jumlah aset lancar naik tipis menjadi sebesar US$ 2,02 miliar dari posisi US$ 1,69 miliar.

Selain itu, jumlah liabilitas perseroan mencapai sebesar US$ 4,68 miliar mengalami kenaikan tipis dari posisi 2019 lalu yang sebesar US$ 4,65 miliar.

Dengan rincian total liabilitas jangka pendek menjadi sebesar US$ 1,37 miliar dari posisi US$ 705,58 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas jangka panjang menjadi sebesar US$ 3,31 miliar mengalami penurunan dari 2019 lalu yang sebesar US$ 3,94 miliar.

Selain itu, jumlah ekuitas MEDC ini mengalami penurunan tipis menjadi sebesar US$ 1,21 miliar dari posisi 2019 lalu yang sebesar US$ 1,34 miliar. Ada juga, posisi kas dan setara kas mengalami penurunan menjadi sebesar US$ 296,47 juta, padahal akhir 2019 lalu berada pada posisi US$ 456,21 juta.


Sumber: market.bisnis.com

Perusahaan tekstil, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Srintex dig...

Pada perdagangan Jumat, waktu AS, harga emas kembali menguat...

Perusahaan ritel, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk memperoleh pen...

Pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi), Harga emas semaki...

KB Bukopin berhasil meraih peringkat idAAA dari Pefindo sela...

Send Message