Menyiapkan Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak Melalui Menabung Saham Bulanan

Menyiapkan Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak Melalui Menabung Saham Bulanan

Kita tentu perlu merencanakan keuangan kita untuk jangka panjang, seperti menyiapkan dana pensiun, menyiapkan dana pendidikan anak dan segala kebutuhan keuangan lainnya.

Tentu untuk mencapai semua hal tersebut, kita butuh menabung atau berinvestasi sedini mungkin. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa jika kita mempersiapkan kebutuhan jangka panjang kita dengan cara menabung di bank, kita akan kesulitan mencapai tujuan keuangan kita karena nilai mata uang rupiah setiap tahun akan tergerus oleh inflasi.

Lantas bagaimana cara menabung yang efektif dan mudah untuk dilakukan?

Yuk kita pelajari bagaimana cara menabung saham secara bulanan.

Apa langkah awal yang harus kita lakukan untuk dapat menabung saham?

1. Membuka account / rekening saham di sekuritas-sekuritas yang ada di Indonesia.

Saat ini ada banyak sekali pilihan sekuritas yang bisa kita pakai untuk dapat membeli saham. Persyaratannya pun cukup mudah, hanya dengan KTP , NPWP dan foto buku tabungan kita sudah bisa membuka account saham. Registrasi pun sekarang kebanyakan sudah bisa dilakukan secara online.

2. Mengisi dana di account sekuritas yang sudah kita buat.

Tentu sebelum membeli saham, kita harus mempersiapkan terlebih dahulu uang untuk membelinya dengan cara top up / transfer ke rekening saham kita. Jangan lupa kita harus tahu berapa nominal dari penghasilan kita yang mau kita sisihkan untuk menabung saham setiap bulannya. Contoh misal seseorang mempunyai income 10 juta rupiah, dan dia menyisihkan 10% untuk investasi, maka setiap bulan dia akan mentransfer uang sebesar 1 juta rupiah untuk dibelanjakan saham.

3. Memilih saham-saham yang akan dibeli

Menabung saham secara bulanan tentu tujuannya untuk investasi jangka panjang. Jika kita ingin berinvestasi jangka panjang, tentu kita harus memilih perusahaan-perusahaan yang mempunyai kinerja yang bagus, manajemen yang terbukti dan sebisa mungkin laba perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa contoh perusahaan yang mempunyai fundamental bagus adalah bank BCA , bank BRI , Telkom , Unilever dan sebagainya.

Metode menabung saham rutin setiap bulan ini sering disebut dengan istilah Dollar Cost Averaging (DCA). Cara DCA ini tidak memperdulikan harga saham yang kita beli apakah sedang naik ataupun sedang turun, karena kita konsisten untuk membeli saham setiap bulan.

Kunci kesuksesan dalam berinvestasi adalah mempunyai habit dan disiplin dalam berinvestasi.

Metode Dollar Cost Averaging ini cocok digunakan untuk investasi dengan tujuan jangka waktu yang panjang ( di atas 10 tahun)

Selain menabungnya jadi ringan karena bisa diatur bulanan, metode investasi ini juga ditunjang dengan kenaikan IHSG dari tahun ke tahun yang bisa kita lihat secara historynya bahwa IHSG adalah salah 1 index dengan kenaikan tertinggi di dunia yang untuk jangka waktu panjang selalu naik.

Keunggulan metode menabung DCA dengan sekali penempatan dana :

Misalkan seseorang ingin menabung saham XYZ setiap bulan sebesar 1 juta rupiah

Bulan ke

Nominal Menabung Bulanan

Harga Saham XYZ

Lembar Saham Yang Didapat

1

1.000.000

1.000

1.000 lembar

2

1.000.000

800

1.250 lembar

3

1.000.000

700

1.428 lembar

4

1.000.000

600

1.666 lembar

5

1.000.000

500

2.000 lembar

Total Rupiah

5.000.000

Total Lembar Saham

7.344 lembar


Jika harga saham XYZ tahun ke 6 kembali menjadi Rp 1.000,- per lembar saham (kembali ke harga tahun ke 1), maka total asset saham XYZ menjadi 7.344 lembar x 1.000 = 7.344.000.

Artinya investor mendapat keuntungan sebesar 7.344.000 – 5.000.000 = 2.344.000 atau setara 46%.

Namun jika investor membeli saham secara langung dalam satu kali waktu misal di bulan ke -1 membeli sebanyak Rp 5.000.000,- seharga Rp 1.000,- per lembar saham, maka investor akan mendapatkan 5.000 lembar saham.

Jika simulasi harga saham XYZ sama seperti di atas (tahun ke 2 – 5 mengalami penurunan dan di tahun ke 6 kembali ke harga awal tahun ke – 1) maka investor tidak mendapat keuntungan apapun karena ketika harga saham XYZ turun investor tidak melakukan pembelian (averaging).

Metode DCA ini sangat cocok diterapkan di market IHSG yang cenderung bullish dalam jangka panjang.

PT Ladangbaja Murni sedang melakukan penawaran umum saham pe...

Permasalahan unrealized loss membuat BPJS Ketenagakerjaan me...

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menjual keseluruhan sah...

Pemerintah menetapkan anak usaha PT Telkom Indonesia (perser...

Sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat kondisi keuangan s...

Send Message