Elnusa (ELSA) Gandeng Pertamina Geothermal Energy untuk Ekspansi EBT

Elnusa (ELSA) Gandeng Pertamina Geothermal Energy untuk Ekspansi EBT

Jumat, 04 Jun 2021

PT Elnusa Tbk akan mengembangkan teknologi geothermal sebagai upaya strategis perusahaan ke bisnis energi baru terbarukan (EBT). Pengembangan teknologi ini akan dilakukan bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yaitu dengan membuat teknologi pengukuran laju aliran dua fasa (two phase flow meter) sebagai terobosan teknologi geothermal pertama di dunia.

Pada Kamis (3/6/2021) kedua perusahaan ini sudah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan teknologi di Menara Cakrawala, Jakarta. Kemudian, kerja sama akan diawali dengan pemanfaatan teknologi pada field prototype untuk menguji operasi di lapangan panas bumi sebelum dapat dimanfaatkan secara luas.

Dirut Elnusa, Ali Mundakir mengungkapkan bahwa kerja sama di bidang geothermal ini merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk masuk lebih jauh ke dalam bisnis energi baru terbarukan (EBT).

Perusahaan berkode saham ELSA memiliki kompetensi yang unggul pada sisi engineering, fabrikasi, serta pemasaran produk-produk peralatan teknis yang dipakai dalam operasional geothermal.

Adapun PGE memiliki kemampuan teknis dan ilmiah untuk melakukan inovasi atas berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam operasional geothermal.

Jayanty Maulina, PJS Corporate Communication menyatakan bahwa kerja sama ini masih dalam tahapan awal berbentuk prototypre sehingga belum terlihat nilai bersih investasi atas pengembangan teknologi tersebut. Dia menambahkan besaran belanja modal masih belum dapat dipastikan karena masih dalam kajian tim mengenai operasional dan pengembangan produknya.

Meski demikian, ELSA menyadari potensi yang cukup besar dari pengembangan teknologi itu terhadap bisnis perusahaan apalagi jika teknologi sudah berhasil dikomersialisasi.

Sementara itu, Dirut PGE Ahmad Yuniarto mengatakan kerja sama ini adalah bentuk komitmen mendayagunakan pengalaman PGE sebagai perusahaan Pioneer yang memiliki sejarah pengalaman panjang dalam mengelola pemanfaatan energi bersih panas bumi di Indonesia.

Ahmad menambahkan bahwa setelah melakukan uji operasi, teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan secara luas sebagai kontribusi PGE terhadap pengembangan teknologi geothermal baik di Indonesia maupun internasional.

Sebagi tambahan, teknologi ukur laju aliran fluida dua fasa (two phase flow meter) geothermal diciptakan oleh pekerja PGE melalui serangkaian penelitian di Indonesia dan Selandia Baru. Hingga saat ini belum ada teknologi pengukuran secara real-time fluida geothermal pada sumur produksi.


Sumber: market.bisnis.com

Ketika berniat untuk memulai trading crypto, pastikan Anda u...

Perusahaan peritel, PT Matahari Department Store Tbk. tetap ...

Perusahaan produsen batu bara, PT Harum Energy Tbk. akan men...

Dari laba bersih tahun 2020, PT Adaro Energy (ADRO) akan mem...

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Senin (12/4/2021...

Send Message