Apa hal pertama yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah komoditas? Produk kebutuhan sehari-hari seperti beras, jagung, dan daging? Atau menyangkut produk yang lebih luas seperti logam dan juga sumber energi?

Apa sebenarnya makna dari istilah komoditas? Berikut penjelasan di bawah ini.

Pengertian Komoditas

Secara singkat, komoditas sendiri adalah produk atau barang yang dapat diperdagangkan untuk mendapatkan keuntungan, atau ditukarkan dengan barang lainnya. Tidak hanya produk sehari-hari, komoditas juga meliputi berbagai produk logam seperti emas, perak, aluminium, dan energi seperti batubara, bensin, dan gas alam.

Pendapat lain dari arti komoditas adalah benda nyata yang cenderung mudah untuk diperdagangkan dan dapat diserahkan dalam bentuk fisik. Komoditi juga dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu, serta dapat ditukarkan dengan barang lain dengan jenis yang sama, yang diperjualbelikan investor pada bursa berjangka.

Dapat dibilang, komoditas menjadi bagian penting dalam kegiatan berbisnis dan ekonomi, baik di skala lokal, nasional, maupun internasional. Meski begitu, kebanyakan orang kurang terperinci dalam hal memahami istilah komoditas.

Secara umum, pengaruh komoditas atau commodity memang tidak dapat lepas bagi masyarakat umum. Pasalnya, komoditas tergolong sebagai benda nyata yang mudah untuk diperdagangkan karena hampir setiap waktu pasti dibutuhkan oleh kalangan konsumen.

Jenis Produk Komoditas

  • Logam
Komoditas jenis logam terdiri dari produk atau barang hasil pertambangan dan bersifat logam. Komoditas jenis ini masih dapat dibedakan menjadi dua jenis lagi, yaitu logam industri dan logam berharga.

Logam industri ini terdiri dari tembaga, nikel, aluminium, magnesium, cobalt, titanium, timah, dan lainnya. Di sisi lain, yang termasuk dalam jenis logam berharga adalah emas, perak, platinum, dan palladium.
  • Energi
Komoditas energi juga berupa produk yang dihasilkan dari tambang serta eksplorasi. Namun, produknya dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan bakar.

Umumnya, produk dari komoditas ini diperdagangkan dalam skala internasional menggunakan satuan mentrik, ton, ataupun barel.
  • Pertanian
Produk yang dihasilkan dari pertanian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Komoditas dari jenis pertanian juga dibedakan menjadi dua kelompok, hasil perhutanan dan hasil pertanian.

Contoh dari hasil perhutanan adalah karet, sawit, kapas, rotan, dan lainnya. Sedangkan hasil dari pertanian adalah beras, jagung, kopi, kedelai, gula, gandum, dan lainnya.
  • Peternakan
Jenis komoditas peternakan ini berasal dari peternakan dan mencakup ternak hidup, seperti daging, susu, serta pakannya.

Contoh produk dari komoditas ini adalah ayam, sapi, babi, daging sapi, daging babi, daging ayam, susu sapi, pakan ternak, dan lainnya.

Komoditas Berdasarkan Sifat

  • Komoditas Keras adalah komoditas yang didapatkan dari alam dengan aktivitas ekstraksi atau pertambangan. Contoh yang termasuk komoditas ini, seperti minyak bumi, logam, gas alam, dan lainnya.
  • Komoditas Lunak adalah komoditas dari jenis pertanian dan peternakan. Pengaruh kondisi alam dan cuaca pada komoditas ini membuat harganya bersifat fluktuatif. Bahkan, pergerakan harga komoditas ini dapat terjadi secara mendadak.

Sistem Perdagangan Komoditas

Pada umumnya, perdagangan komoditas memiliki sistem perdagangan yang sedikit unik dibandingkan perdagangan lainnya. Jika biasanya harga jual suatu produk ditentukan oleh penjual dan produsen, maka harga komoditas tergantung dari banyaknya permintaan dan penawaran di pasar.

Naik turunnya harga dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah kapasitas produksi, kondisi cuaca, musim, insentif, atau larangan pemerintah, situasi politik, dan lainnya. Hal inilah yang membuat perdagangan komoditas memiliki kontrak berjangka yang di dalamnya terdiri dari standar dasar atas jumlah serta kualitas minimum komoditas yang akan diperdagangkan.

Terdapat dua jenis pedagang yang biasanya ada dalam pasar tersebut, yang pertama dikenal sebagai produsen, dan yang kedua sebagai spekulan. Bagi produsen, kontrak berjangka digunakan untuk melindungi nilai atau harga komoditas sampai masa kontrak usai. Sedangkan untuk spekulan adalah pedangang di pasar komoditas dan melakukan aktivitas perdagangan dengan tujuan memperoleh untung.

Fluktuasi Harga Dapat Menjadi Pedang Bermata Dua

Adanya fluktuasi harga yang tinggi di dalam pasar komoditas tentu bukan hal yang mengherangkan. Namun, hal ini bisa berisiko tinggi karena untuk para pelakunya saat akan menjual ataupun membeli produk komoditas yang diperlukan.

Tetapi, jika mampu membaca kebutuhan pasar secara cermat, maka berdagang di pasar komoditas bisa menjadi kegiatan yang mampu mendatangkan keuntungan yang sangat besar.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa komoditas adalah suatu bahan baku yang bisa diperjualbelikan di pasar oleh individu hingga pihak institusi. Perbedaan komoditas dan produk bahan baku lain adalah adanya standarisasi antara komoditas yang serupa, sehingga membuat komoditas menjadi lebih terpercaya dan semakin marak diperdagangkan menjadi suatu aset investasi.


Sumber: www.cermati.com

PT Ladangbaja Murni sedang melakukan penawaran umum saham pe...

Sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat kondisi keuangan s...

Istilah Cryptocurrency semakin menjadi perbincangan pasca me...

Permasalahan unrealized loss membuat BPJS Ketenagakerjaan me...

Reksadana dapat menjadi salah satu alternatif produk investa...

Send Message