Keniscayaan Komponen Cadangan, Bukan Militerisasi Sipil

Keniscayaan Komponen Cadangan, Bukan Militerisasi Sipil

Senin, 15 Mar 2021

Perdebatan publik tentang komponen cadangan memunculkan 2 pertanyaan pokok yaitu:

  1. Apakah komponen cadangan sudah perlu dibentuk?
  2. Apakah pembentukan komponen cadangan merupakan militerisasi sipil atau wajib militer?

Alasan komponen cadangan perlu dibentuk

Alasan mendasar dari pembentukan komponen cadangan adalah bahwa pertahanan merupakan upaya semesta dengan menggunakan potensi serta sumber daya nasional untuk tujuan bertahan. Dalam hal ini, maka sistem pertahanan semesta bukanlah unik Indonesia.

Singapura memiliki sistem total defence. Vietnam dan China dengan sistem people’s war secara normatif berangkat dari pemikiran yang sama tentang perlunya membentuk sistem pertahanan dan ditopang oleh seluruh potensi nasional. Begitu pula dengan sistem konskripsi (wajib militer/tugas militer) yang berlaku di banyak negara.

Hampir semua negara mengembangkan sistem pertahanan yang memberi ruang bagi penggunaan sumber-sumber nasional untuk kepentingan pertahanan negara. Pada sishanta, TNI adalah komponen utama pertahanan untuk menghadapi ancaman militer. Namun, pengembangan kekuatan militer selalu dihadapkan pada masalah sustainability, keterbatasan sumber daya nasional dan hal-hal yang tak terduga.

Negara-negara yang telah mapan dengan ketersediaan sumber-sumber yang besar juga dihadapkan pada masalah ini. Akibatnya, sistem pertahanan harus memberi ruang yang fleksibel untuk mengembangkan kekuatan cadangan untuk menopang kekuatan utama melalui ekspansi kekuatan dan peningkatan kemampuan.

Secara operasional, inilah makna sistem pertahanan semesta. Beberapa kalangan menyatakan lebih baik memperkuat komponen utama daripada membentuk komponen cadangan. Pandangan ini lupa bahwa negara yang mempunyai kekuatan militer besar seperti AS, Rusia, dan China juga mengembangkan komponen cadangan.

Apalagi bagi negara-negara yang kekuatan pertahanannya tidak sebesar mereka. Pada dasarnya memang tidak ada hubungan antara besar kecilnya komponen utama dengan perlu tidaknya pembentukan komponen cadangan. Pembentukan komponen ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pertahanan guna mempersiapkan potensi nasional demi kepentingan pertahanan yang siap digunakan jika diperlukan.

Pengembangan komponen cadangan juga memberikan ruang atau opsi penggunaan kekuatan yang fleksibel sesuai dengan ketersediaan dan relevansi dengan perkembangan situasi, terutama dalam situasi keadaan darurat yang diikuti dengan pernyataan mobilisasi.

Komponen cadangan bukan wajib militer

Di banyak negara, komponen cadangan secara khusus dibentuk dengan kualifikasi untuk dapat bergabung dalam, dan menjalankan fungsi seperti komponen utama/reguler. Mereka juga memperoleh pembinaan serta pelatihan juga kompensasi gaji dan jaminan sosial yang layak.

Pada kualifikasi ini, komponen cadangan bisa bersifat voluntary (dari rakyat sipil) dengan rekrutmen melalui pendaftaran/aplikasi wajib militer atau otomatis diambil dari mantan prajurit dan kekuatan-kekuatan yang sudah siap.

Wajib militer bagi seluruh warga negara diselenggarakan dengan memperhatikan adanya tingkat ancaman terhadap pertahanan negara, dalam situasi darurat atau pertimbangan sumber daya nasional. Pada konteks Indonesia, banyak kalangan khawatir bahwa komponen cadangan ini sama dengan wajib militer. Padahal, Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang No. 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN) menyatakan dengan sangat jelas bahwa komponen cadangan bersifat sukarela.

Komponen cadangan dibentuk melalui pendaftaran, seleksi, pelatihan dasar kemiliteran dan penetapan. Dinyatakan pula pada Pasal 13 UU PSDN bahwa latihan dasar kemiliteran hanya wajib bagi mereka yang lulus seleksi masuk komponen cadangan.Jika komponen cadangan bersifat sukarela dan hanya digunakan melalui pernyataan mobilisasi oleh Presiden,maka tuduhan atau kekhawatiran bahwa komponen cadangan adalah militerisasi sipil menjadi tidak relevan. Di mana letak militerisasi sipilnya?

Mengapa komponen utama yang juga bersifat sukarela dan dibentuk melalui proses seleksi yang ketat tidak disebut militerisasi sipil? Komponen utama dan komponen cadangan selama dinas aktif militer, bukan sipil. Jadi, untuk memahami komponen cadangan pertahanan negara sebagaimana diatur dalam UU PSDN adalah bersifat sukarela, melalui proses seleksi dan hanya digunakan setelah pernyataan mobilisasi oleh presiden.



Sumber: www.cnbcindonesia.com (Opini Edy Prasetyono)

Pada awal tahun 2021 ini, tren investasi sedang digandrungi ...

Sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat kondisi keuangan s...

Istilah Cryptocurrency semakin menjadi perbincangan pasca me...

Ketika berniat untuk memulai trading crypto, pastikan Anda u...

Keuntungan Investasi Saham :Punya bisnis tanpa susah-susah m...

Send Message