Setelah Sebulan Sempat Anjlok, Saham Bank Mini Mulai Naik Lagi

Setelah Sebulan Sempat Anjlok, Saham Bank Mini Mulai Naik Lagi

Pada perdagangan sesi I Kamis 8 April 2021, saham bank mini/kecil (bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun) mulai kembali naik setelah sekitar sebulan pergerakannya merana.

Para pelaku Market sepertinya mulai melirik saham bank mini ini setelah sebulan terakhir ditinggalkan oleh investor. Kamis ini, beberapa saham bank kecil ada yang sudah meningkat hingga 20% lebih.

Terdapat 10 saham bank kecil yang sudah meningkat pada perdagangan sesi I Kamis lalu. Posisi pertama ditempati oleh saham PT Bank Harga Internasional Tbk (BBHI) yang sudah melesat hingga 20,26% ke level Rp 1.395/saham.

Nilai transaksi saham BBHI Kamis lalu sudah mencapai Rp 16 miliar dengan volume transaksi yang dijual sebanyak 11 juta lembar saham. Investor asing juga melakukan aksi net sell sebanyak Rp 1,01 miliar di pasar reguler.

Kemudian di posisi kedua ada saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) yang juga naik hingga 17,29% ke posisi Rp 780/saham pada sesi I kemarin. Nilai transaksi saham BMAS sudah mencapai Rp 1 miliar dengan volume transaksi yang dijual sebanyak 1 juta lembar saham. Saham BMAS juga tercatat dibeli investor asing sebanyak Rp 800 ribu di pasar reguler.

Selanjutnya di posisi ketiga ditempati oleh saham PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) yang meroket 7,34% ke Rp 190/saham pada perdagangan kemarin. Nilai transaksinya mencapai Rp 6 miliar dengan volume transaksi yang dijual sebanyak 33 juta lembar saham. Saham BKSW juga dikoleksi asing sebanyak Rp 18,8 juta di pasar reguler.

Dari 10 saham bank kecil tersebut, peningkatan paling minor dibukukan oleh saham PT Bank Artha Graha Internasional (INPC) yang meningkat 1,69% ke Rp 181/saham. Nilai transaksi INPC sudah mencapai Rp 3 miliar dengan volume transaksi yang dijual sebanyak 20 juta lembar saham. Investor asing juga melepas saham INPC sebanyak Rp 12,5 juta di pasar reguler.

Sepanjang minggu ini saham bank kecil rata-rata anjlok hingga nyaris 30%. Sedangkan dalam sebulan terakhir, saham bank kecil telah anjlok hingga lebih dari 50%. Namun, pada Kamis kemarin,s ebagian investor kembali tertarik untuk mengoleksi saham bank kecil tersebut sehingga sahamnya kembali melesat.

Kenaikan saham bank kecil ini dipengaruhi oleh sentimen narasi bank digital dan aturan pemenuhan modal inti oleh OJK dalam POJK No 12/2020.

Dalam peraturan tersebut, bank diharuskan untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun di tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Oleh karena itu, bank-bank dengan modal kecil harus mencari investor strategis guna menyuntikkan modal.

Beberapa bank kecil sudah memberi tanggapan mengenai isu bank digital melalui keterbukaan informasi di website: BEI. BBHI, BACA dan BBYB berencana untuk masuk ke bank digital. Namun sebagian bank kecil lainnya seperti BGTG dan BMAS menyangkal akan peralihan menjadi bank digital. Sementara saat ini bank kecil yang telah tercatat menjadi bank digital adalah ARTO dan AMAR.

Tags

Salah satu Bank di Indonesia, PT. Bank Mayapada Internasiona...

Kebutuhan pembiayaan korporasi tercatat meningkat oleh Bank ...

Pemerintah menetapkan anak usaha PT Telkom Indonesia (perser...

Keuntungan Investasi Saham :Punya bisnis tanpa susah-susah m...

Ada beberapa istilah yang perlu Anda ketahui sebelum memulai...

Send Message