Semester I/2021, Laba Bersih Kras Meningkat 601 Persen

Semester I/2021, Laba Bersih Kras Meningkat 601 Persen

Rabu, 21 Jul 2021

Sepanjang semester I/2021, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 600% lebih. Hal ini juga diikuti oleh kinerja positif para anak usaha emiten.

Pada paruh pertama tahun 2021, laba KRAS tercatat sebesar Rp 475 M. Jumlah ini meningkat 601,3% dibandingkan perolehan laba di periode yang sama tahun lalu yaikni sebesar Rp 67 M.

Hingga Juni 2021, EBITDA perseroan meningkat menjadi Rp1,2 T atau meningkat hampir dua kali lipat melebihi realisasi di 2020 yang sebanyak Rp687 M.

Silmy Karim selaku Direktur Utama Krakatau Steel mengungkapkan bahwa nilai penjualan KRAS juga meningkat sebesar 90,9% menjadi Rp 15,3 T pada semester I/2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8 T.

Silmy melanjutkan bahwa volume penjualan produk utama perusahaan naik sebesar 43,8% dibandingkan periode sama di tahun 2020. Adapun peningkatan volume penjualan hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil (CRC) menjadi 995.000 ton dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 692.000 ton.

Selain itu, di tahun 2021 penjualan ekspor emiten juga naik 15 kali lipat menjadi sebesar 162.243 ton dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sebesar 10.817 ton.

Silmy menjelaskan bahwa dengan memproduksi HRC dan CRC sebanyak 1.008.000 ton pada semester I/2021 dan diikuti dengan semakin turunnya biaya produksi tiap tonnya, maka produktivitas perseroan juga meningkat 61%.

Lebih lanjut, program efisiensi KRAS di tahun 2020 terus berlanjut hingga 2021. Usaha emiten dalam melakukan inisiatif efisiensi di tahun ini terlihat dari penurunan variabel cost dan fixed cost per tonnya. Tercatat hingga Juni 2021, variabel cost menurun 13,1 % dan fixed cost tereduksi 22,8%.

Selama semester I/2021, emiten juga berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 18,1% menjadi Rp 1,7 juta per ton dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 2 juta per ton.

Penurunan biaya operasional yang dialami diantaranya terjadi pada penurunan biaya spare part sebesar 17,6%, penurunan biaya energi sebesar 12%, dan penurunan biaya tenaga kerja hingga 24,7%.


Sumber: market.bisnis.com


PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami pertumbuhan laba signifi...

Perusahaan anak Pelindo II, PT Indonesia Kendaraan Terminal ...

Pada Jumat (9/4/2021) PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menggelar...

Pada tahun 2020, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga) me...

Sepanjang kuartal I 2021, perusahaan PT Hanjaya Mandala Samp...

Send Message