Di tahun 2021 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) fokus untuk mengembangkan bisnis digital.

Emiten ini berencana untuk melakukan transformasi bisnis melalui pengembangan bisnis menjadi digital attacker bank. Basis bisnisnya akan diperluas ke ranah digital mulai dari infrastruktur, produk, dan layanan. Sekretaris PT BRI Agro Hirawan Kustono mengatakan bahwa perseroan akan melakukan pengembangan produk simpan pinjam yang dapat meningkatkan transaksi seperti QR payment, debit card, dan digital saving.

Hingga 31 Desember 2020, perseroan mencatat kinerja menunjukkan adanya pertumbuhan. Terlihat dari total aset meningkat sebanyak 3,50% yoy dari Rp27,7 triliun pada 2019 menjadi Rp28,02 triliun di tahun 2020.

Bertambahnya total aset tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang tumbuh 0,65%yoy dari Rp19,37 triliun menjadi Rp19,49 triliun. Kondisi global dan domestik yang terdampak pandemi membuat kredit perseroan mengalami pertumbuhan rendah.

Kredit konsumer melalui aplikasi digital PINANG (Pinjam Tenang) juga mulai menunjukkan hasil. Aplikasi ini telah berjalan secara digital dengan sistem digital signature, digital verification, digital scoring. Di tahun 2020, total disbursement PINANG mencapai Rp70,6 miliar dan telah melayani lebih dari 18.000 debitur. Hal yang menjadi fokus AGRO adalah kontribusi sektor agrobisnis merupakan salah satu penopang tumbuhnya penyaluran kredit perseroan.

Sektor agrobisnis memperoleh porsi penyaluran kredit sebanyak 56% dengan penyaluran terbesar di komoditas kelapa sawit. Selain itu, BRI Agro juga berkolaborasi dengan beragam startup dari berbagai bidang bisnis salah satunya adalah bidang financial technology.

Dari sisi keuntungan, BRI Agro mampu memperoleh laba bersih sebesar Rp31,26 miliar. Loan to deposit ratio (LDR) emiten ini mampu terjaga pada level aman yaitu sebesar 84,76% sesuai dengan parameter yang ditetapkan oleh regulator.

BRI Agro mencatat rasio NPL gross sebesar 4,97% mengalami tren penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya NPL gross sebesar 7,66% di tahun 2019. Pada tahun 2020 NPL net sebesar 2,73% dibandingkan NPL net 2019 sebesar 4,86%.






Sumber: finansial.bisnis.com

Kebutuhan pembiayaan korporasi tercatat meningkat oleh Bank ...

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pemegang ri...

Update IHSG akhir bulan 30 April 2021 ditutup melemah 0,29% ...

Update IHSG pada tanggal 23 April 2021 mengalami kenaikan se...

Update IHSG Kamis 29 April 2021 ditutup menguat 0,64% di lev...

Send Message