Sritex Digugat PKPU Mencapai Rp 106,4 Miliar

Sritex Digugat PKPU Mencapai Rp 106,4 Miliar

Selasa, 27 Apr 2021

Perusahaan tekstil, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Srintex digugat banyak mitranya, hal ini berdampak kepada perseroan yang kesulitan mendapatkan akses untuk pendanaan.

Allan Moran Severino selaku Direktur Keuangan Srintex menuturkan bahwa saat ini perseroan tengah menghadapi dua gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dengan total sebesar Rp 106,4 miliar.

Senin (26/4/2021), Allan menjelaskan dalam keterbukaan informasi bahwa dampak dari kejadian ini terhadap perseroan adalah keterbatasan akses untuk pendanaan, termasuk akses ke pasar modal dan perbankan.

Ada juga, gugatan PKPU datang dari CV Prima Karya terhadap Srintex dan entitas anaknya yaitu PT Biratex Industries, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Sinar Pantja Djaja.

Pada 19 April 2021 berdasarkan nomor perkara 12/Pdt. Sus-PKPU/2021/PN Siaga Smg, gugatan diterima Pengadilan Niaga Semarang. Ada juga jumlah pinjaman terkait gugatan PKPU sebesar Rp 5,5 miliar.

Yang kedua, gugatan PKPU berasal dari PT Bank QNB Indonesia Tbk. terhadap PT Senang Kharisma Textil dan juga Direktur Utama Srintex, Iwan Setiawan Lukminto.

Pada 20 April 2021 berdasarkan nomor perkara 13/Pdt. Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg, gugatan diterima Pengadilan Niaga Semarang. Ada juga total jumlah pinjaman sebesar Rp 100,9 miliar.

Untuk gugatan pertama, sidang perdana gugatan PKPU perusahaan berkode SRIL ini dan juga tiga anak usahanya digelar pada hari Senin kemarin (26/4/2021) di Pengadilan Negeri Semarang.

Ditulis di jadwal sidang PN Semarang bahwa Senin 26 April 2021 adalah sidang pertama.

Senin (26/4/2021) kemarin pada penutupan perdagangan, SRIL menutup perdagangan naik 4,38% yang naik 7 poin menjadi level 167 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 3,42 triliun.


Sumber: market.bisnis.com

Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Sri Rejeki Is...

Pada kuartal pertama 2021 ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk...

PT Astra Agro Lestari Tbk., Perusahaan perkebunan grup Astra...

Sepanjang periode Januari-Mei 2021, PT Integra Indocabinet T...

PT PP (Persero) Tbk tengah mencari suntikan dana hingga sebe...

Send Message