Perusahaan bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk berencana melakukan tambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 10 miliar saham baru dalam Penawaran Umum Terbatas V dan VI.

Akulaku dan Gozco Capital selaku pemegang saham perusahaan, siap untuk menyerap saham baru tersebut.

Menurut Tjandra Gunawan selaku Direktur Utama Bank Neo Commerce, dana hasil right issue tersebut akan digunakan meningkatkan modal inti perseroan menjadi Rp 2 triliun pada tahun ini dan juga untuk belanja modal. Sisanya digunakan untuk investasi di sektor teknologi dan informasi dan juga belanja operasional.

Rabu (28/4/2021) dalam sesi wawancara bersama awak media, Tjandra Gunawan mengatakan bahwa ia punya capital plan, akan melakukan right issue, sekarang sedang proses PUT, injeksinya untuk mengejar capital Rp 2 triliun tahun ini.

Jika mengacu pada pergerakan harga saham BBYB saat ini pada rentang Rp 470 per saham, maka dari aksi korporasi ini, perseroan memiliki potensi meraih dana sebesar Rp 4,7 triliun.

Tjandra Gunawan juga menjelaskan bahwa tujuan ia melakukan right issue untuk memenuhi minimum capital, di luar akan digunakan sebagai dana segar untuk masuk investasi di IT, dan kedua untuk operasional.

Untuk informasi, pemegang saham perseroan sampai 31 Maret 2021 lalu antara lain Yellow Brick Enterprise Ltd sebesar 11,1%, PT Asabri (Persero) sebesar 16,83%, PT Gozco Capital sebesar 20,13%, PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan 24,98%, dan untuk sisanya pemegang saham publik sebesar 26,96%.


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Salah satu Bank di Indonesia, PT. Bank Mayapada Internasiona...

Naiknya harga bitcoin yang menjadi perhatian bank sentral d...

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pemegang ri...

Kebutuhan pembiayaan korporasi tercatat meningkat oleh Bank ...

Di tahun 2021 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (A...

Send Message