Induk Shopee Membantah Adanya Diskusi dengan Bank Aladin Syariah

Induk Shopee Membantah Adanya Diskusi dengan Bank Aladin Syariah

Induk e-commerce Shopee, Manajemen Sea Ltd, yang berbasis di Singapura menyatakan belum ada diskusi terkait kerjasama strategis dengan PT Bank Net Syariah Tbk. (BANK), bank yang baru saja mengganti namanya menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (29/04), Manajemen Sea mengungkapkan bahwa baik Shopee maupun Sea tidak sedang mengadakan atau melakukan diskusi apapun terkait kerjasama strategis dengan Bank Aladin. Hal tersebut membantah statement dari manajemen Bank Aladin Syariah pada Kamis kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepada BEI, Manajemen BANK dalam suratnya mengungkapkan niatnya untuk melakukan pendekatan dengan calon investor strategis, salah satunya Sea Ltd.

Kabar serupa tak hanya sekali pernah dilaporkan The Straits Times, media asal Singapura, sumber dari kabar pasar ini. The Straits menyebutkan bahwa Sea tengah mengincar Bank Aladin Syariah untuk menjadi partner online dari anak usaha Shopee.

Sea dengan kode saham SE di bursa Wall Street, NYSE (New York Stock Exchange) ini memiliki PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) yang berubah nama menjadi Bank Seabank Indonesia.

Head of Corporate Secretary BANK, Ali Akbar Hutasuhut, menyatakan bahwa perseroan tengah menjajaki beberapa calon mitra strategis, termasuk Shopee. Selain itu, pada saat ini perseroan tersebut belum memiliki informasi lain yang bisa disampaikan.

Ali menegaskan bahwa belum ada transaksi lantaran proses penjajakan yang belum selesai dilakukan. BANK mengharapkan ruang lingkup kerjasama yang dijalin tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan dan produk perbankan konvensional dan digital bagi calon mitra, untuk menunjang bisnis calon mitra strategis.

Kerja sama tersebut dapat meningkatkan bisnis perseroan dan meningkatkan portofolio kredit dan/atau dana pihak ketiga (DPK) karena adanya ekosistem calon mitra strategis yang bisa digarap.

Saat ini BANK tengah berencana melakukan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru atau rights issue dan melakukan penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis untuk mengembangkan bisnis perseroan.

Dari pasar modal, saham BANK ditutup naik 3.38 persen di posisi 3.670/saham dengan nilai transaksi Rp 231 M. Harga saham tersebut telah meroket hingga 3.463 persen dari harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 1 Februari 2021 silam, sebesar 103/saham.

Bank Aladin Syariah sebelum diakuisisi oleh PT NTI Global Indonesia dan PT Berkah Syariah bernama Bank MayBank Syariah Indonesia. Per Maret 2021, saham perusahaan dipegang oleh Bortoli International Ltd sebesar 20.01%, Kasai Universal Inc. 6.18%, dan NTI Global Indonesia sebanyak 60.55%, dan sisanya publik 13.26%.



Sumber: www.cnbcindonesia.com

Salah satu Bank di Indonesia, PT. Bank Mayapada Internasiona...

Naiknya harga bitcoin yang menjadi perhatian bank sentral d...

Kebutuhan pembiayaan korporasi tercatat meningkat oleh Bank ...

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pemegang ri...

Di tahun 2021 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (A...

Send Message