JAKARTA -  Telah diumumkan Fintech p2p lending PT iGrow Resources Indonesia (iGrow) telah diakusisi oleh Layanan dompet digital LinkAja . LinkAja ke mengakusisi lini bisnisnya ke pembiayaan online bertujuan memperluas lini bisnis, terutama untuk sektor produktif UMKM.

Perluasan lini usaha di bidang pembiayaan merupakan langkah nyata LinkAja dalam memberikan kemudahan akses  pada keuangan dan ekonomi, terutama untuk masyarakat kelas menengah ke bawah serta UMKM tutur Haryati Lawidjaja menyampaikan, Direktur Utama LinkAja

Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kemandirian ekonomi.

 

Adapun belum lama ini, LinkAja meraih pendanaan seri B lebih dari US$ 100 juta. Selain itu, dukungan pemegang saham LinkAja juga merupakan salah satu modal utama LinkAja.Hal itu menjadi modal perusahaan untuk dapat memberikan layanan pembiayaan yang aman, mudah, dan terpercaya.

 

Kamis 29/4 malam, Haryati mengatakan "Didukung jaringan ekosistem LinkAja yang kuat di berbagai daerah di luar pulau Jawa serta kota tier 2 dan 3, LinkAja berharap dapat memberikan pemerataan akses pembiayaan terhadap pelaku UMKM yang selama ini masih terfokus di pulau Jawa dan kota tier 1,”

 

Haryati menambahkan, lini usaha pembiayaan juga diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi ketahanan dan kemajuan bisnis UMKM terutama di tengah pandemi Covid-19. iGrow diyakini oleh LinkAja akan menjadi partner yang tepat karena memiliki visi dan misi serupa untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung segmen menengah ke bawah terutama kelompok produktif.

 

Direktur Pengembangan Bisnis iGrow Jim Oklahoma mengungkapkan, pihaknya sangat senang dapat berkerjasama dengan LinkAja sebagai penyedia jasa uang elektronik nasional yang telah memiliki kesamaan tujuan dengan iGrow. Seperti memperkuat perekonomian Indonesia dengan mendukung pertumbuhan UMKM.

 

Jim Oklahoma menjelaskan bahwa "LinkAja merupakan perusahaan yang memiliki fundamental bisnis kuat dengan kolaborasi pemegang saham antara BUMN dan perusahaan teknologi besar. Hal ini akan mempercepat visi dan misi iGrow untuk memberikan impact ke UMKM dan dapat menjadikan iGrow sebagai salah satu pemain utama di bidang pembiayaan sektor produktif,"

 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pelaku UMKM saat ini sudah mencapai 64 juta dengan pertumbuhan 2,02% setiap tahunnya. UMKM merupakan salah satu tulang punggung perputaran ekonomi Indonesia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat beberapa kendala yang dialami oleh UMKM, seperti kurangnya informasi dan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha.

 

Berdasarkan data OJK per Desember 2020, total penyaluran pembiayaan baru fintech p2p lending meningkat sebesar 26,5% dibandingkan tahun 2019. Hal itu juga menjadi alasan pertumbuhan industri pembiayaan online di Indonesia.

 

Hingga saat ini, LinkAja telah memberikan kemudahan bagi lebih dari 68 juta pengguna terdaftar melalui ekosistem digital paling lengkap. Saat ini, LinkAja memiliki lebih dari satu juta merchant lokal, lebih dari 370 ribu merchant nasional, 230 moda transportasi, lebih dari 680 pasar tradisional, lebih dari 44 ribu mitra donasi digital, lebih dari enam ribu online marketplace.

 

Sementara itu, dibentuk pada tahun 2014,  iGrow memiliki visi untuk memperkuat kedaulatan pertanian Indonesia dengan memberikan akses permodalan kepada para pelaku di industri pertanian. Sejak tahun 2014 sampai dengan saat ini, iGrow sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 318 miliar ke lebih dari 10 ribu petani di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Reksadana dapat menjadi salah satu alternatif produk investa...

PT Ladangbaja Murni sedang melakukan penawaran umum saham pe...

Akuisisi saham Freeport sebesar 51% yang telah dilakukan pem...

PT Krakatau Steel mendapat kabar buruk tudingan atas penyelu...

PT Kimia Farma (Persero) Tbk, mengalami perombakan jajaran k...

Send Message