Tender Pantai Mahakam US$ 85.6 Juta PT Apexindo

Tender Pantai Mahakam US$ 85.6 Juta PT Apexindo

Sabtu, 22 Mei 2021
Tender pengadaan barang dan jasa untuk pengeboran laut di wilayah lepas pantai Mahakam, Kalimantan Timur dimenangkan oleh PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX). Nilai kontrak proyek berjangka waktu tersebut mencapai US$ 85.6 juta.

Direktur Apexindo, Pratama Duta Mahar Atanta Sembiring, mengatakan bahwa pada tanggal 19 Mei 2021 lalu, perseroan telah menerima surat penunjukkan pemenang tender dari PT Pertamina Hulu Mahakam. Surat tersebut menyebutkan nilai kontrak sekitar US$ 85.6 juta untuk durasi 3 tahun.

Capaian kontrak baru tersebut diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan kedepannya. Diharapkan akan berimbas langsung terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional perseroan.

Tak lama ini, APEX juga meraih kontrak pengeboran minyak dan gas dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) senilai US$ 68 juta. Kontrak pengeboran yang bertempat di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, tersebut berdurasi 1.5 tahun dengan pengerjaan mulai Januari lalu. PHM selaku operator di wilayah kerja (WK) Mahakam memberikan kontrak Drilling Submersible Swamp Barge Services (Swamp Rig) kepada APEX.

General Manager Pertamina Hulu Mahakam, Agus Amperianto, mengatakan bahwa pada kuartal kedua 2021 ini, Apexindo akan mendatangkan rig Yani untuk menggantikan rig Raisis di wilayah kerja Mahakam. Rig Yani akan mendukung operasi pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil. Agus mengharapkan peran aktif Apexindo dalam mengusulkan program efisiensi untuk mendukung operasi tersebut.

Hingga kuartal pertama 2021, Apexindo sedang mengerjakan lima kontrak berjalan. Kontrak pertama adalah dengan Pertamina Hulu Mahakam senilai US$ 34.46 juta dengan mengoperasikan rig Raisis. Kontrak kedua dengan PHM menggunakan rig Maera senilai US$ 18.66 juta. Kontrak ketiga menggunakan rig Yani senilai US$ 68.17 juta dengan PHM. Kontrak keempat dengan Pertamina Hulu Energi Nunukan Company senilai US$ 19.49 juta dengan mengoperasikan rig Raniworo. Kontrak terakhir dengan PT Pertamina Hulu Energi Anggursi dan PT Pertamina Hulu West Madura Offshore senilai US$ 13.85 juta dengan menggunakan rig Raniworo.

Sejauh ini, hanya Apexindo saja perusahaan Indonesia yang memiliki dan mengoperasikan rig lepas pantai dan rig darat. Perseroan memiliki tiga rig swamp barge dan satu rig jack up, yaitu rig Yani, rig Maera, rig Raisis, dan rig Raniworo.

Dengan empat rig tersebut, perseroan belum berencana menambah rig baru pada tahun ini. Penggunaan modal belanja tahun ini lebih difokuskan untuk merawat aset perseroan mengingat lesunya industri minyak bumi dan gas pada tahun ini.

Hingga kuartal pertama tahun 2021, Apexindo mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1 juta. Kondisi tersebut berbeda dengan perolehan tahun lalu yaitu rugi bersih sebesar US$ 7.34 juta.

Meski meraih laba bersih, pendapatan pada kuartal pertama 2021 justru melesak 43.92% menjadi US$ 10.24 juta, dibandingkan periode sama di 2020 senilai US$ 18.26 juta. Namun demikian, APEX mampu menekan beban langsung sebesar 65.14% dari US$ 16.18 juta pada kuartal pertama 2020 menjadi US$ 5.64 juta pada kuartal pertama 2021.

Liabilitas perseroan pun ikut naik menjadi US$ 211.28 juta. Peningkatan liabilitas tersebut dikarenakan peningkatan liabilitas jangka pendek menjadi US$ 8.24 juta. Total aset yang tercatat juga meningkat menjadi US$ 339.13 juta karena ditopang oleh peningkatan aset lancar sebesar US$ 55.69 juta.



Sumber: investor.id